You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Loading...
Logo Desa Catur
Desa Catur

Kec. Kintamani, Kab. Bangli, Provinsi Bali

Selamat Datang di Website Resmi Desa Catur, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli. Media komunikasi dan transparansi Pemerintah Desa Catur untuk seluruh masyarakat.

Pembinaan Kelas Ibu Balita Terkait Gambaran Umum, ASI Esklusif dan MP ASI , Penyakait Pada Anak serta Pola Asuh Anak

Admin Desa Catur 20 November 2023 Dibaca 144 Kali
Pembinaan Kelas Ibu Balita Terkait Gambaran Umum, ASI Esklusif dan MP ASI , Penyakait Pada Anak serta Pola Asuh Anak

Pemerintah Desa Catur bersama Puskesmas Kintamani III menyelenggarakan Pembinaan Kelas Ibu Balita usia 0 – 5 Tahun bertemapat di Kantor Perbekel Desa Catur. Pembinaan tersebut dilaksanakan selama tiga hari disesuaikan dengan kelompok umur.

Pembinaan hari Pertama dilaksanakan Jumat (17/11) 2023 bertempat di Kantor Perbekel Desa Catur dengan kalas umur usia 0 – 2 tahun untuk ketiga Dususn sekaligus, Narasumber yang hadir pada kesemapatan  tersebut dari Puskesmas Kintamani III dengan Sub Materi yakni Gambaran Umum tentang Kelasa Ibu Balita oleh I Gusti Ayu Ketut Suwesti, Emmy Priyanti dengan Materi ASI Esklusif dan MP ASI, I wayan Eka Tresna Widya D. dengan Materi Penyakait pada Anak Balita, dan Ni Wayan Adnyani dengan Materi Pola Asuh Anak serta Pola Hidup Bersih dan Sehat.

Pembinaan hari kedua dilajutkan Sabtu (18/11) 2023 dengan kelompok umur 3 – 5 tahun untuk Banjar Lampu dan Mungsengan dengan Sub Materi yakni Gambaran Umum tentang Kelasa Ibu Balita oleh I Gusti Ayu Ketut Suwesti, Emmy Priyanti dengan Materi ASI Esklusif dan MP ASI, I wayan Eka Tresna Widya D. dengan Materi Penyakait pada Anak Balita, dan Ni Wayan Adnyani dengan Materi Pola  Asuh Anak serta Pola Hidup Bersih dan Sehat.

Pembinaan dilajutkan hari ketiga Senin (20/11) 2023 untuk kelompok umur 3 – 5 tahun khusus Banjar Catur dengan Sub Materi yakni Gambaran Umum tentang Kelasa Ibu Balita oleh I Gusti Ayu Ketut Suwesti, Emmy Priyanti dengan Materi ASI Esklusif dan MP ASI, I wayan Eka Tresna Widya D. dengan Materi Penyakait pada Anak Balita, dan I Wayan Sukadana dengan Materi Pola Asuh Anak serta Pola Hidup Bersih dan Sehat.

 

Gambaran Umun tentang Kelas Ibu Balita, Kelas Ibu Balita merupakan kelas Para Ibu yang mempunyai anak berusia antara 0 sampai 5 tahun secara bersama-sama berdiskusi, tukar pendapat, tukar pengalaman akan pemenuhan pelayanan kesehatan, gizi dan stimulasi pertumbuhan dan perkembangan anak.

Adapun tujuan pelaksanaan kegiatan Kelas Ibu Balita ini diantaranya :

  • Untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku ibu dengan menggunakan Buku KIA dalam mewujudkan tumbuh kembang balita yang optimal.
  • Meningkatkan kesadaran pemberian ASI secara esklusif.
  • Meningkatkan pengetahuan ubu akan pentingnya Imuniasi pada bayi
  • Meningkatkan keterampilan ibu dalam pemeberian MP- ASI dan gizi seimbang pada Balita
  • Meningkatkan kemampuan ibu memantau pertumbuhan dan melaksanakan stimulasi perkembangan balita
  • Meningkatkan pengetahuan ibu tentang cara perawatan gigi Balita dan mencuci tangan yang benar
  • Meningkatkan pengetahuan ibu tentang penyakit terbanyak, cara pencegahan dan perawatan Balita

Pemberian ASI Esklusif dan MP ASI

ASI eksklusif didefinisikan sebagai pemberian ASI tanpa suplementasi makanan maupun minuman lain kecuali obat, setelah 6 bulan ASI tidak dapat mencukupi kebutuhan mineral seperti zat besi, seng sehingga untuk memenuhi kebutuhan tersebut harus diberikan MP ASI (makanan pendamping ASI ) yang kaya zat besi. Bayi prematur, bayi dengan berat lahir rendah, dan bayi yang memiliki kelainan hematologi tidak memiliki cadangan besi adekuat pada saat lahir umumnya membutuhkan suplementasi besi sebelum usia 6 bulan, yang dapat diberikan bersama dengan ASI eksklusif. Yang perlu dipahami dalam pemberian ASI adalah produksi ASI yang tidak selalu sama setiap harinya; yaitu antara 450 - 1200 ml per hari, sehingga bila dalam 1 hari dirasakan produksinya berkurang, maka belum tentu akan begitu seterusnya. Bahkan pada 1-2 hari kemudian jumlahnya akan melebihi rata-rata sehingga secara kumulatif akan mencukupi kebutuhan bayi.

Manfaat ASI Eksklusif untuk Buah Hati maupun Ibu Menyusui diantarnya :

  • Mengoptimalkan Perkembangan Sang Buah Hati
  • Memperkuat Sistem Kekebalan Tubuh
  • Meminimalisir Munculnya Alergi
  • Membantu Mencapai Berat Badan Ideal
  • Menurunkan Risiko Kanker Payudara pada Ibu
  • Mengurangi Risiko Perdarahan selepas Melahirkan
  • Menjaga Berat Badan Ibu
  • Sebagai KB Alami untuk Ibu
  • Memperkuat Ikatan Ibu dan Anak

 

MPASI adalah makanan pendamping ASI yang diberikan kepada bayi ketika menginjak usia 6 bulan, makanan pendamping merupakan hak setiap bayi untuk mendapatkan asupan nutrisi yang cukup sesuai dengan usianya, dengan mendapatkan makanan pendamping yang tepat, bayi bisa bertahan hidup, tumbuh, dan berkembang dengan baik. Pemberiaian MP ASI yang baik bagi ibu balita bisa menggunakan bahan lokal dalam pembuatannya, dikarenakan baha lokal tersebut masih alami tidak ada terkontaminiasi dengan bahan pengawet yang berbahaya yang dapat mempengaruhi tumuh kembang dari balita itu sendiri.

Penyakit Pada Anak ada beberapa masalah kesehatan yang cukup sering terjadi pada bayi dan perlu Bunda waspadai, di antaranya:

  1. Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA)

ISPA merupakan infeksi pada saluran pernapasan yang biasanya disertai gejala berupa batuk, pilek, hidung tersumbat, dan demam.

  1. Demam

Demam bukanlah suatu penyakit, melainkan salah satu tanda bahwa sistem kekebalan tubuh bayi sedang aktif melawan infeksi bakteri atau virus penyebab penyakit. Demam juga bisa menjadi salah satu reaksi yang timbul setelah bayi mendapatkan imunisasi.

  1. Diare

Masalah kesehatan yang sering terjadi pada bayi selanjutnya adalah diare. Gangguan pencernaan ini dapat disebabkan oleh beberapa hal, mulai dari infeksi virus, alergi makanan, hingga keracunan makanan yang terkontaminasi kuman.

  1. Sembelit

Sembelit pada bayi dapat ditandai dengan perut kembung, frekuensi buang air besar kurang dari 2 kali seminggu, kotoran yang kering dan keras, dan bayi yang terlihat kesakitan atau bahkan menangis saat buang air besar, pada umumnya, sembelit pada bayi disebabkan oleh konsumsi susu formula secara berlebihan, kurangnya asupan cairan tubuh, dan kebiasaan mengonsumsi makanan padat rendah serat.

  1. Kolik

Kolik merupakan kondisi di mana bayi menangis hingga berjam-jam dan sulit dihentikan. Meski penyebabnya belum diketahui secara pasti, kolik pada bayi diduga terjadi saat bayi merasa tidak nyaman, misalnya saat lapar, sulit mencerna makanan, atau berada di lingkungan yang terlalu panas maupun dingin.

  1. Gigitan serangga

Tak hanya menimbulkan bentol kemerahan pada kulit, gigitan nyamuk dan serangga juga menyebabkan rasa gatal. Meski Si Kecil belum dapat mengatakannya langsung kepada Bunda, rasa gatal ini tentu dapat membuat ia merasa tidak nyaman.

  1. Diaper rash

Ruam popok atau diaper rash juga merupakan salah satu masalah kesehatan yang banyak dialami bayi, terutama jika popoknya jarang atau terlalu lama diganti. Saat mengalami ruam popok, bayi akan tampak lebih rewel karena kulit di sekitar paha, selangkangan atau organ intimnya bisa menjadi iritasi, gatal, dan bentol-bentol.

Pola Asuh Anak dan Pola Hidup Bersih dan Sehat

Pola asuh anak adalah proses interaksi anak dan orang tua yang dilakukan menggunakan strategi. Ini bertujuan untuk mendukung perkembangan fisik, sosial, emosi, intelektual, dan spiritualnya. Penerapan pola asuh sebaiknya dilakukan sedini mungkin agar Si Kecil terbiasa, dengan pola asuh yang tepat, ibu bisa mengajari Si Kecil bagaimana cara berperilaku baik, memahami aturan, dan tumbuh bahagia.

contoh pola asuh anak yang bisa diterapkan sejak Si Kecil balita:

1. Tunjukan Cinta

Pastikan Si Kecil mendapatkan banyak kucuran kasih sayang. Sebagai orang tua, jangan sungkan untuk menunjukkan cinta dengan memeluk, mencium, memuji, dan memberi perhatian.

Ini akan membuat anak akan paham bahwa orang tua mencintainya. Jadi, ketika ia harus dihukum akan sesuatu atau diminta mematuhi aturan, ia akan tahu bahwa itu adalah demi kebaikannya. 

2.Jangan Terlalu Banyak Aturan

Balita belum banyak mengerti tentang kesalahan dan kebenaran. Ia juga membutuhkan banyak eksplorasi untuk mengenal lebih jauh tentang benda-benda di sekitarnya. 

Sebaiknya jangan terlalu banyak aturan dan larangan. Ibu bisa mengawasinya dari jarak dekat dan melindunginya jika ada sesuatu yang bisa membahayakannya.

3.Ajari Anak Bagaiman Megatur Emosinya

Tantrum pada anak biasa terjadi pada usia 1 sampai 4 tahun. Ini dikarenakan ia belum bisa merespon dan mengutarakan maksud hatinya dengan kata-kata. 

Sebaiknya ibu mengajari bagaimana cara mengatur emosinya. Ibu bisa mengurangi frekuensi, durasi, atau intensitas kemarahan anak dengan cara berikut:

  • Ketahui batasan anak. Ia berperilaku salah karena tidak mengerti atau tidak dapat melakukan apa yang ibu minta.
  • Stop berkata “Jangan!”. Sebaiknya ajarkan dengan kalimat yang bernada positif. Misalnya, ketika anak bertengkar karena berebut mainan, katakan padanya “Mengapa kalian tidak bergantian?”
  • Jangan bereaksi berlebihan saat anak mengatakan tidak. Ibu bisa mengalihkan dengan sesuatu yang ia sukai, kemudian ulangi kembali perintah sebelumnya.
  • Tawarkan pilihan. Jika ingin pergi, ibu bisa membebaskannya untuk memilih baju yang ingin dikenakan.
  • Hindari situasi yang dapat memicu kemarahan. Jangan biarkan anak duduk diam terlalu lama. Untuk mencegah emosi anak, sebaiknya ibu bawakan mainan yang ia sukai.
  • Dorong komunikasi. Ingatkan anak untuk menggunakan kata-kata dalam mengungkapkan perasaannya.

4. Terpakan Konsekuensi

Terlepas dari upaya terbaik yang ibu lakukan, anak memiliki kecenderungan untuk melanggar aturan. Jika ini terjadi, berikut langkah yang bisa ibu terapkan:

  • Jika anak melempar dan memecahkan mainan, jangan langsung memberinya mainan baru. Biarkan ia menyadari jika tindakan tersebut adalah kesalahan.
  • Jika anak melempar, suruh ia untuk mengambil benda tersebut. Tetapkan konsekuensi jika anak tidak mau bekerja sama.
  • Jika anak tidak berperilaku baik, balas dengan mengambil sesuatu yang ia sukai. Mainan, makanan, atau buku favoritnya, misalnya.

5. Terapkan Kedisiplinan

Langkah ini bisa dilakukan dengan menyuruhnya merapikan mainannya setelah digunakan. Ibu juga bisa menyuruhnya melakukan tindakan kecil, seperti merapikan tempat tidurnya.

Terapkan pola disiplin sesuai dengan usia anak. Ini akan membentuk anak menjadi pribadi yang mandiri di kemudian hari.

6. Beri Contoh Yang Baik

Anak-anak belajar bagaimana bertindak dengan memperhatikan orang tuanya. Jadi, salah satu cara terbaik untuk menunjukkan pada anak bagaimana berperilaku adalah dengan memberikan contoh positif untuk diikuti.

 

Materi terakir diisi terkait tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat

 

Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image